KUALATUNGKAL, TNN – Tepat satu tahun setelah dilantik pada 20 Februari 2025, duet kepemimpinan Anwar Sadat dan Katamso SA mulai menuai beragam catatan. Di satu sisi, sejumlah indikator makro menunjukkan perbaikan. Namun di sisi lain, persoalan mendasar seperti kemiskinan dan kenaikan biaya hidup masih menjadi pekerjaan rumah yang belum ringan.
Di bawah visi “Tanjung Jabung Barat Berkah Madani”, keduanya menekankan pembangunan sumber daya manusia, penguatan ekonomi, dan tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka. Sejumlah data yang dihimpun menunjukkan adanya tren positif dalam setahun terakhir.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tanjung Jabung Barat naik dari 72,01 pada 2024 menjadi 73,00 pada 2025. Pertumbuhan ekonomi daerah yang tercermin dari laju Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) juga menguat menjadi 4,96 persen, dari sebelumnya 4,45 persen.
Penurunan tingkat pengangguran terbuka dari 3,20 persen menjadi 3,12 persen turut menjadi indikator membaiknya daya serap tenaga kerja. Aktivitas ekonomi masyarakat di sektor perdagangan, jasa, hingga usaha kecil terlihat mulai menggeliat, terutama di kawasan Kuala Tungkal dan sekitarnya.
Meski begitu, tantangan belum sepenuhnya terurai. Kenaikan garis kemiskinan yang dipicu inflasi kebutuhan pokok, transportasi, pendidikan, hingga perumahan, masih membayangi sebagian warga. Sejumlah warga yang ditemui mengeluhkan harga bahan makanan yang fluktuatif, sementara pendapatan belum sepenuhnya stabil.
Di bidang layanan dasar, pemerintah daerah memperluas cakupan Universal Health Coverage (UHC) serta kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan. Di RSUD KH Daud Arif, layanan hemodialisa mulai tersedia sehingga pasien gagal ginjal tak lagi harus dirujuk ke luar daerah. (Yd)
1 Tahun Kepemimpinan Anwar Sadat-Katamso, Menuai Beragam Catatan















