Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Hukum

FDKKS Indonesia Akan Gandeng NGO Berantas PETI di Kuantan Singingi

159
×

FDKKS Indonesia Akan Gandeng NGO Berantas PETI di Kuantan Singingi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TNN – Masih maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang Sungai Kuantan, mulai dari hulu sampai ke hilir menjadi perhatian serius peserta Diskusi Online yang diadakan oleh Forum Diskusi Keluarga Kuantan Singingi (FDKKS) Indonesia, Jumat malam (25 Juli 2025).

Peserta diskusi merasa prihatin dan sedih karena Sungai Kuantan tempat mereka mandi dan beraktivitas sewaktu kecil dulu kini tidak lagi bersih dan jernih airnya bahkan sudah berwarna kuning seperti emas.

Muhammad Alfy Pratama, asal Simandolak yang kini berdomisili di Jakarta setelah berkoordinasi dengan salah satu tokoh masyarakat Kuansing, Arman Lingga Wisnu sebagai kordinator FDKKS Indonesia, mengatakan bahwa dalam pekan depan akan melakukan kerjasama dengan beberapa NGO atau LSM yang sudah dihubunginya agar melakukan riset dan peninjauan langsung ke lokasi terjadinya pencemaran dan kerusakan ekosistem sungai dan daratannya baik di Wilayah Riau maupun bagian Wilayah Sumatera Barat.

” Hasil riset dan peninjauan langsung NGO ke lokasi, Setelah diungkap ke Publik tentu akan menjadi isu Nasional sehingga dengan demikian bisa menjadi perhatian serius dari Pemerintah Pusat untuk menanggulangi pencemaran kerusakan ekosistem sungai yang sudah terjadi tersebut,” Ujar Alfy berprofesi sebagai Advokat, dalam diskusi tersebut.

Peserta diskusi yang hadir secara online dari berbagai kota di Indonesia tersebut sangat tertarik dan menyetujui sekali rencana bekerjasama dengan lembaga NGO tersebut. Mereka berharap agar kondisi kerusakan sungai dan lingkungan ini terutama di sepanjang Sungai Kuantan mendapat perhatian dan penanggulangan yang serius dan berkelanjutan dari pemerintah pusat.

Saat dikonfirmasi awak media tentang rencana akan bekerjasama dengan NGO tersebut, Arman Lingga Wisnu membenarkan dan mengatakan bahwa ini terpaksa dilakukan karena laporan kepada Kapolda Riau tidak mendapat respon serius.

“Padahal beberapa waktu lalu Kapolda mengatakan akan memberantas PETI di Kuantan Singingi sampai ke Cukong-cukongnya,” pungkasnya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *