PEKANBARU, TNN – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Pekanbaru menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) I Tahun 2026 selama dua hari, pada 24-25 Januari 2026 di Gedung BPMP Provinsi Riau. Kegiatan yang dihadiri sekitar 120 peserta ini mengangkat tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Indonesia Berkeadilan”.
Ketua Pelaksana dr. Haznelly menjelaskan, Musypimda dilaksanakan berdasarkan Tanfidz Keputusan Musyda PDA Kota Pekanbaru dan instruksi organisasi untuk melakukan evaluasi serta koordinasi di tengah periode kepemimpinan.
Tema yang dipilih merujuk pada tema yang diangkat Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Riau, sekaligus bentuk komitmen Aisyiyah Kota Pekanbaru dalam menggerakkan potensi perempuan yang adaptif, inovatif, dan berperan aktif menciptakan tatanan sosial yang adil.
Ketua PDA Kota Pekanbaru, Risna Juita, menegaskan bahwa Muspimda diselenggarakan berdasarkan BAB 8 Pasal 30 ART Aisyiyah dengan merujuk Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 97.
Menurutnya, perempuan berkemajuan adalah perempuan yang dinamis tanpa mengalami hambatan dan diskriminasi, baik secara struktural maupun kultural, serta tanpa intimidasi internal maupun eksternal.
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan dinamisasi struktur dan gerakan organisasi pasca dua tahun berjalan, mengevaluasi capaian program kerja dan merumuskan solusi atas kendala yang dihadapi di tingkat daerah hingga cabang, serta memantapkan peran perempuan Aisyiyah dalam isu-isu strategis di Kota Pekanbaru, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Peserta Muspimda I terdiri dari Pimpinan Harian PDA Kota Pekanbaru, Anggota Majelis/Lembaga PDA, Ketua dan Sekretaris Pimpinan Cabang Aisyiyah se-Kota Pekanbaru, Utusan Ranting Aisyiyah, serta Ketua Organisasi Otonom tingkat daerah unsur perempuan termasuk PD Nasyiatul Aisyiyah Kota Pekanbaru.
Aisyiyah Kota Pekanbaru telah menunjukkan kontribusi nyata melalui berbagai majelis. Di bidang pendidikan, Majlis Pendidikan mengkoordinir 10 TK Aisyiyah Bustanul Athfal, 1 SD, dan 1 Rumah Tahfiz. Majlis Kesehatan mengelola Klinik Pratama Aisyiyah yang beroperasi 24 jam dengan 5 dokter umum dan 3 dokter gigi, dilengkapi layanan USG dan UGD, melayani sekitar 17.000 pasien terdaftar termasuk peserta BPJS.
Di bidang sosial, Majlis Kesejahteraan Sosial mengelola Panti Asuhan Walidah Aisyiyah yang mengasuh 21 anak dan Day Care Lansia dengan 30 lansia berusia 60-82 tahun yang saat ini di ketuai oleh Mulyati Umar, M. Pd. Majlis Tabligh aktif dalam dakwah melalui pengajian rutin dan telah membentuk Korps Muballighot Pekanbaru sebagai wadah koordinasi para mubaligh.
Ketua PWA Riau, Dr. Hikmani, menekankan pentingnya soliditas persatuan. “Perserikatan harus tetap solid, bekerjasama, dan membesarkan lembaga. Aisyiyah adalah lembaga otonom yang berkhidmah untuk umat,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pengurus dapat bersinergi membesarkan Aisyiyah sebagai organisasi otonom yang mengabdi kepada umat.
Risna Juita menegaskan komitmen Aisyiyah yang telah berusia 108 tahun untuk terus menebar manfaat bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara. “Aisyiyah tetap berkomitmen terutama untuk masyarakat Pekanbaru, karena di sinilah Pimpinan Daerah Aisyiyah berada,” ujarnya.
Musypimda ditutup dengan doa agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses dalam ridho Allah SWT, diharapkan menghasilkan rumusan strategi dan program kerja yang lebih efektif untuk memperkuat peran Aisyiyah dalam pemberdayaan perempuan dan pembangunan masyarakat.(rls/red)















