PEKANBARU, TNN – Menyambut datangnya musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau menjadi perhatian utama pemerintah dan berbagai pihak. Untuk mengantisipasi hal ini, Pemerintah Provinsi Riau bersama stakeholder terkait akan menggelar Jambore Karhutla pada 25–30 April 2025.
Acara ini diinisiasi oleh Polda Riau dan melibatkan BMKG serta BNPB sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang kerap disertai risiko karhutla di wilayah Riau.
“Jambore Karhutla diinisiasi Polda Riau untuk mencegah terjadinya karhutla di Provinsi Riau, karena setiap tahunnya Provinsi Riau ini beresiko karhutla. Untuk jambore karhutla dimulai 25 april – 30 april 2025,” jelas Fajar Bima Dewantara, Ahli Pertama Stasiun Klimatologi Riau dalam Program Dialog Kentongan via telfon, Selasa (15/4/2025).
Saat ini, titik hotspot belum terpantau karena hujan masih mengguyur sebagian besar wilayah. Namun masyarakat tetap diminta waspada, terutama saat memasuki masa pancaroba yang ditandai dengan suhu panas di siang hari dan hujan di malam hari.
Awal musim kemarau diprediksi akan mulai terjadi di Provinsi Riau dan dimulai lebih cepat dari biasanya, yaitu pada dasarian ketiga bulan Mei hingga dasarian pertama bulan Juni 2025.
Wilayah yang akan lebih dulu memasuki musim kemarau antara lain Indragiri Hilir, Dumai, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, sebagian Inhu, dan sebagian wilayah Kampar. Masuknya musim kemarau berbeda-beda tergantung kondisi geografis dan arah angin di tiap daerah. (RRI/red)















