Pekanbaru – Sejak resmi jadi mitra Pemko Pekanbaru dalam pengelolaan sampah, PT. EPP selalu menjadi sorotan. Dimulai dengan masih bertumpuknya sampah di Kota Pekanbaru yang akhirnya terjadi ‘Darurat Sampah”, kemudian kekurangan armada mobil hingga transdipo yang belum sesuai kontrak.
Yang sangat menggelitik, ketika sang ‘pengawas’ yakni dinas LHK menjadi pemain dalam pengangkutan sampah. Dugaan adanya Oknum ASN DLHK menitip armada di perusahaan pemenang pengelolaan sampah itu bukan tanpa sebab. Karena diduga ada barter kepentingan yang terjadi dalam titip menitip tersebut. Bagaimana soal sampah dipekanbaru bisa diselesaikan , ketika masih ada instansi terkait bermain di dalam internal perusahaan?
Sementara itu, Oknum ASN sehari-hari berdinas di TPA yang diduga menitip armada di perusahaan masih belum memberikan keterangan perihal permasalahan tersebut. Meskipun pertanyaan redaksi telah dikirimkan untuk meminta klarifikasi.
Dilain pihak, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang mengaku belum tau terkait adanya Oknum ASN DLHK yang menitip armada ke pihak PT. EPP.
” Coba saya cek dulu, saya blm tau itu,” tutupnya. ( tnn )















