BENGKALIS, TNN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis terus bekerja keras mengatur lalu lintas penyeberangan meskipun terbatas pada keterbatasan kapal dan padatnya antrean kendaraan.
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Bengkalis, Edi Kurniawan, mengatakan bahwa tetap mengutamakan pengangkutan bahan pokok serta barang penting lainnya di tengah kondisi antrean yang masih padat.
“Untuk sembako, terutama yang mudah busuk seperti ayam, sayur-mayur, dan cabai, tetap kami prioritaskan. Barang-barang seperti ini tidak kami batasi untuk melintasinya,” ujar Edi, Rabu (5/11/2025).
Menurut Edi, antrean kendaraan sempat mencapai waktu tunggu lebih dari 3 jam, bahkan dalam beberapa kasus bisa hingga 24 jam. Kondisi tersebut diperparah dengan kerusakan KMP Swarna Putri pada Senin lalu, yang sempat menunda penyeberangan selama 3 hingga 4 jam.
“Kalau dua kapal saja, tentu belum cukup. Prediksi kami, jika tidak ada tambahan kendaraan baru, mungkin butuh tiga sampai empat hari sampai kembali situasi normal seperti biasa,” tambahnya.
Edi menjelaskan saat ini hanya dua kapal yang beroperasi, yakni KMP Swarna Dharma dan KMP Mutiara Pertiwi. Padahal, untuk kondisi normal, dibutuhkan sedikitnya tiga hingga empat kapal agar arus penyeberangan berjalan lancar.
Sebagai langkah antisipasi, Dishub mengimbau masyarakat agar bersabar dan menyesuaikan perjalanan, termasuk melintasi tanpa kendaraan jika memungkinkan, terutama bagi penumpang yang menempuh jarak dekat.
“Harapan kami, setelah masa perpanjangan ini selesai, kapal Permata Lestari 3 dapat segera masuk menggantikan Swarna Dharma,” ujar Edi.
Sementara itu, Manajer Cabang PT Jembatan Nusantara, Muhammad Irfandi menyebutkan bahwa masa operasional KMP Swarna Dharma diperpanjang hingga 29 November 2025.
“Kontrak perpanjangan hingga 1 bulan ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa KMP Swarna Dharma lebih dikhususkan untuk penumpang, sementara KMP Swarna Putri memiliki daya angkut lebih besar, mampu memuat 6 hingga 8 truk dalam satu kali perjalanan.***















