PEKANBARU, TNN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menggelar pendidikan politik bagi pengurus partai di Pekanbaru, Riau, pada 22–23 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti sekitar 80 pengurus DPD dan DPC PAN Kuansing sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Pendidikan politik tersebut mengusung tema Penguatan Militansi dan Loyalitas Kader Menuju Kemenangan Pemilu 2029. Sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Riau hadir sebagai narasumber, di antaranya Fendri Jaswir, Zulfi Mursal, dan Edi Purba. Kegiatan juga dihadiri anggota Fraksi PAN serta jajaran pengurus PAN Kuansing.
Ketua DPD PAN Kuansing, Komperensi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pendidikan politik sebagai fondasi penguatan organisasi dan soliditas kader hingga ke tingkat akar rumput.
“Kita ingin seluruh pengurus DPD dan DPC mampu menyerap materi dengan baik. Target besar PAN Kuansing adalah menembus tiga besar pada Pemilu 2029. Itu hanya bisa dicapai jika kader memiliki militansi, loyalitas, dan komunikasi yang kuat,” ujar Komperensi.
Ia menambahkan, selain pembekalan materi, kegiatan ini juga dirancang untuk mempererat hubungan antarkader melalui agenda outbound, guna membangun kebersamaan dan soliditas internal partai.
Dalam sesi materi, Fendri Jaswir menekankan bahwa kemenangan pemilu tidak semata ditentukan oleh popularitas tokoh atau kekuatan finansial, melainkan oleh militansi dan loyalitas kader.
“Tanpa militansi dan loyalitas, strategi partai tidak akan berjalan efektif, terutama di tingkat basis. Keduanya adalah nyawa organisasi politik,” kata Fendri.
Sementara itu, Zulfi Mursal menyampaikan materi tentang pentingnya partai yang solid, penguatan struktur organisasi, program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, serta optimalisasi komunikasi dan pemanfaatan media sosial secara tepat.
“Euforia massa tidak lagi menjadi jaminan kemenangan. Saat ini dibutuhkan partai yang dikelola secara profesional, solid dari pusat hingga tingkat paling bawah, dan bebas dari konflik internal,” ujarnya.
Narasumber lainnya, Edi Purba, menyoroti pentingnya penegakan disiplin kader. Ia menyebut DPW PAN Riau tengah menyiapkan mekanisme sanksi bagi kader yang melanggar aturan, sekaligus menyiapkan pendampingan hukum bagi kader yang menghadapi persoalan.
Rangkaian pendidikan politik ditutup pada Selasa (23/12/2025) dengan kegiatan outbound di kawasan wisata Alam Mayang, Pekanbaru. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kekompakan dan komunikasi antar pengurus. Acara ditutup secara simbolis oleh Ketua DPD PAN Kuansing.***















