Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Riau

IPMKB-P Kecam Tindakan APMM Tembak Mati WNI, Aditya: Tegakkan Harga Diri Bangsa Indonesia

142
×

IPMKB-P Kecam Tindakan APMM Tembak Mati WNI, Aditya: Tegakkan Harga Diri Bangsa Indonesia

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, TNN – Insiden penembakan yang dilakukan penjaga Maritim Malaysia (APMM) terhadap lima pekerja migran Indonesia beberapa waktu lalu menimbulkan keprihatinan dan kemarahan berbagai kalangan.

Salah satunya disampaikan Ikatan Pelajar Mahasiswa kabupaten Bengkalis Pekanbaru (IPMKB-P). Kecaman terhadap kekejaman petugas maritim Malaysia tersebut semakin kuat karena korban penembakan adalah warga Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Ketua terpilih IPMKB-P periode 20225-2027, Aditya Prayoga menegaskan tindakan berlebihan petugas maritim Malaysia tersebut sangat tidak dapat diterima dan harus diproses secara hukum.

Menurutnya, Pemerintah Indonesia harus mengambil tindakan yang tegas dan jelas mengingat kejadian serupa ini tidak terjadi kali pertama, melainkan sudah berkali-kali terjadi.

“Berdasarkan catatan dari LSM Migrant Care ada puluhan kasus kematian pekerja migran Indonesia di tangan aparat Malaysia yang belum terungkap, ” terang Aditya (Minggu,2/02/2024)

LSM Migrant Care mencatat setidaknya 75 pekerja migran Indonesia (PMI) telah meninggal selama 20 tahun terakhir, karena diduga extrajudicial killing atau pembunuhan oleh aparat tanpa proses peradilan di Malaysia.

Ditambahkannya, insiden yang terjadi beberapa hari lalu juga seharusnya dapat menjadi refleksi bagi bangsa Indonesia, mengingat upaya melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia adalah amanat dari pembukaan UUD 1945 sebagai perwujudan bangsa yang besar,

” IPMKB-P -mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah turut serta dalam menyuarakan serta mengawal proses penegakan hukum dalam kasus penembakan WNI di Malaysia berjalan transparan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Negara Indonesia (WNI) korban penembakan di Malaysia asal Bengkalis bertambah menjadi tiga orang.

Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, mengatakan, bahwa satu orang lainnya terverifikasi warga Riau. Sebelumnya sempat disebut warga Kepulauan Riau. “Jadi terverifikasi tiga warga Bengkalis, Riau,” ungkap Fanny, Sabtu (1/2/2025).

Sementara itu, dua korban lainnya masih berada dalam kondisi kritis pasca operasi dan belum dapat memberikan keterangan. Keempat WNI itu kini dalam perawatan di RS Serdang dan RS Klang, Malaysia.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *