Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Mahasiswa Kelompok VI KKN MAs 2025 Gelar Sosialisasi Pembentukan Karakter di Desa Langkai

198
×

Mahasiswa Kelompok VI KKN MAs 2025 Gelar Sosialisasi Pembentukan Karakter di Desa Langkai

Sebarkan artikel ini

SIAK, TNN – Mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) berhasil mengimplementasikan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada internalisasi nilai-nilai akhlak Islami Muhammadiyah melalui pendekatan edukatif-partisipatif dengan metode pembelajaran aktif pada 26 Agustus 2025 di SDN 06 Belantik, Desa Langkai, Siak.

“Kami tidak hanya mengajarkan teori tentang akhlak Islami, tetapi mengajak para siswa untuk langsung mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Muhammad Fadhly, penanggung jawab dari program kerja Pembentukan Karakter Siswa Muhammadiyah yang berasal dari program studi PGMI UMRI.

Program ini juga melibatkan guru agama, wali kelas, dan para siswa. Untuk memastikan keberlanjutan program, mahasiswa telah menyiapkan modul pembelajaran dan melatih kader-kader muda setempat yang dapat melanjutkan kegiatan serupa. Para mahasiswa KKN MAs memfasilitasi implementasi nilai-nilai akhlak Islami di kalangan remaja desa.

“Sekarang saya lebih memahami bagaimana cara bersikap jujur, tidak hanya dalam perkataan tetapi juga dalam tindakan,” ujar Danang, salah satu siswa kelas 6 yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Program sosialisasi pembentukan karakter yang digelar oleh mahasiswa KKN MAs 2025 kelompok VI di Desa Langkai ini membuktikan bahwa kolaborasi antara dunia akademis dan masyarakat dapat menghasilkan terobosan positif dalam pendidikan karakter.

Melalui pendekatan yang kreatif, interaktif, dan aplikatif, program ini berhasil menanamkan nilai-nilai akhlak mulia yang diharapkan dapat menjadi bekal siswa Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.

Pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif-partisipatif dengan metode pembelajaran aktif dapat menjadi solusi efektif dalam internalisasi nilai-nilai akhlak Islami, khususnya di kalangan generasi muda.

Melalui keterlibatan langsung dan pengalaman bermakna, para siswa tidak hanya memahami tetapi juga menghayati dan mengamalkan ajaran akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *