Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Riau

Menyebar di 6 Kabupaten, Dinas PKH Riau Terus Berupaya Atasi Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi

164
×

Menyebar di 6 Kabupaten, Dinas PKH Riau Terus Berupaya Atasi Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, TNN – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi telah menyebar di 15 desa, 11 kecamatan, dan enam kabupaten di Riau. Kabupaten Indragiri Hulu tercatat jumlah kasus tertinggi (26 kasus), diikuti oleh Indragiri Hilir (18 kasus), Kampar (9 kasus), Bengkalis dan Kuantan Singingi (masing-masing 5 kasus), serta Rokan Hulu (2 kasus).

Meski jumlah kasus tertinggi ada di Indragiri Hulu, Kabupaten Kampar menjadi daerah dengan sebaran desa terbanyak yang terjangkit PMK yaitu di Kemang Indah, Tapung Lestari, Sei Simpang Dua, dan Batu Belah.

“Di Peranap, Indragiri Hulu, kami menemukan 16 kasus dalam satu desa saja. Ini menunjukkan pentingnya vaksinasi dan pencegahan sejak dini,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas PKH Riau Faralinda Sari di Pekanbaru, Kamis (13/2/2025).

Diterangkannya, tim kesehatan hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau telah menyembuhkan sebanyak 30 sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sapi-sapi tersebut masih terus mendapatkan perawatan intensif dari dinas terkait.

“Sebanyak 30 sapi yang sembuh dari PMK, itu merupakan bagian dari 68 sapi yang terinfeksi PMK berasal dari berbagai daerah di Riau,” katanya.

Selain pengobatan, kata dia, vaksinasi PMK juga terus digencarkan untuk mencegah penyebaran virus. Hingga kini sebanyak 3.249 dosis vaksin telah disuntikkan ke sapi dan kerbau di berbagai wilayah Riau.

Kabupaten dengan cakupan vaksinasi tertinggi adalah Kampar dengan 1.000 dosis, disusul Indragiri Hulu (947 dosis), Pekanbaru (573 dosis), Dumai (350 dosis), Siak (223 dosis), Indragiri Hilir (60 dosis), serta UPT Pemprov Riau (96 dosis).

Pihaknya berharap dengan program vaksinasi dan pengobatan yang terus berjalan, penyebaran PMK di Riau bisa dikendalikan dan semakin banyak ternak yang sembuh.

Selain PMK, ancaman penyakit lain seperti Septicaemia Epizootica (sapi ngorok) dan Jembrana juga meningkat akibat cuaca ekstrem.

“Musim hujan dan banjir dapat mempercepat penyebaran virus. Kami meminta peternak untuk menjaga kebersihan kandang dan segera melaporkan jika ada ternak yang sakit,” katanya.**$

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *