SIAK, TNN – Kepolisian Resor Siak, Provinsi Riau memberikan penyembuhan trauma kepada para siswa Sekolah Menengah Pertama Sains Tahfizh Islamic Center Siak setelah insiden ledakan senapan rakitan saat praktik sains yang menyebabkan satu siswa meninggal dunia.
Kepala Polres Siak Ajun Komisaris Besar Polisi Sepuh Ade Irsyam Siregar di Siak, Jumat, menyampaikan kegiatan ini sebagai perhatian khusus terhadap psikologi para siswa.
Dia menegaskan pentingnya penanganan aspek psikologis korban dan lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pemulihan.
“Polres Siak berkomitmen tidak hanya mengungkap fakta hukum dari kejadian ini, tetapi juga hadir memberikan dukungan moral dan psikologis kepada para siswa. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tetap merasa aman dan terlindungi,” katanya.
Polres Siak melalui jajaran polisi wanita (polwan) melaksanakan penyembuhan trauma untuk memulihkan kondisi mental dan emosional para siswa, agar mereka dapat kembali beraktivitas secara normal setelah kejadian tersebut.
Kegiatan berlangsung dengan pendekatan humanis, interaktif, dan edukatif. Para siswa diajak berkomunikasi, bermain, serta diberikan motivasi guna mengurangi rasa takut dan kecemasan.
Kehadiran polwan di tengah-tengah siswa dalam kegiatan itu diharapkan menciptakan rasa aman dan nyaman.
Terlihat kegembiraan dan tawa para siswa dalam kegiatan tersebut.
Sebelumnya, seorang siswa kelas IX sekolah itu berinisial MA (15) meninggal dunia diduga akibat ledakan senapan rakitan saat mengikuti ujian praktik sains, Rabu (9/4). Peristiwa terjadi saat korban mempraktikkan alat yang diduga berupa senapan buatan siswa itu tiba-tiba terjadi ledakan yang menyebabkan korban mengalami luka di bagian kepala.
Ketika itu, MA mengambil posisi sebagai peraga dan melakukan tembakan senjata printer 3D yang dibuatnya. Akan tetapi, saat tembakan dilakukan terjadi ledakan dari senapan hasil karya korban yang berbentuk bagian-bagian plastik, potongan besi, dan bubuk hitam.
Pecahan senapan 3D rakitan berhamburan mengenai aula sekolah, dinding kelas dan juga kepala korban sehingga korban mengalami luka di bagian wajah. Korban selanjutnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis namun nyawanya tidak tertolong. (Ant/red)















