JAKARTA, TNN — Pemerintah resmi membuka rekrutmen nasional besar-besaran untuk memperkuat kelembagaan ekonomi desa dan kawasan pesisir melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Langkah ini diumumkan dalam siaran pers Panitia Seleksi Nasional SDM Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), Rabu (15/4/2026), sebagai tindak lanjut arahan Presiden dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 terkait percepatan pembentukan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa membutuhkan sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas.
“Penguatan kelembagaan di desa, kelurahan, dan kawasan pesisir memerlukan SDM yang mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat dari akar rumput,” ujarnya.
Pada tahap awal, pemerintah membuka 35.476 formasi, yang terdiri dari:
30.000 posisi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,
5.476 posisi Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.
Seluruh peserta yang lolos akan diangkat sebagai pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), di bawah pengelolaan PT Agrinas Pangan Nusantara dan PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Pendaftaran dibuka mulai 15 hingga 24 April 2026 melalui laman resmi panselnas. Peserta dapat mengakses informasi lengkap terkait persyaratan, tahapan seleksi, serta mekanisme pendaftaran secara daring.
Rekrutmen ini terbuka bagi lulusan D-III, D-IV, dan S-1 semua jurusan, dengan syarat usia maksimal 35 tahun dan IPK minimal 2,75. Proses seleksi akan menggunakan sistem merit yang mengedepankan prinsip transparansi, keterbukaan, dan berbasis kompetensi.
Pemerintah juga menegaskan bahwa seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya. Masyarakat diminta waspada terhadap segala bentuk penipuan yang menjanjikan kelulusan.
Selain itu, pelaksanaan rekrutmen ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian PANRB, Kementerian Koperasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, hingga Badan Kepegawaian Negara.
Pemerintah turut mengajak seluruh kepala daerah hingga kepala desa untuk berperan aktif dalam menyosialisasikan program ini serta memastikan implementasinya berjalan optimal di daerah.
Program ini diharapkan mampu melahirkan SDM unggul yang dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis desa dan pesisir, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat paling bawah.















