PEKANBARU, TNN — Ketua PGRI Provinsi Riau, Dr Adolf Bastian menilai tuntutan ratusan guru dalam aksi dari 11 cabang PGRI Kota Pekanbaru pada Minggu (23/11/2025) di depan Mall Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, tidak berdasar.
Ia juga menilai berita yang dimuat sejumlah media sebagai sebuah sensasi saja. “Berita sensasi tak perlu saya jawab. Kalau melanggar AD/ART PGRI, pasal mana yang dilanggar? Pelajari dulu AD/ART agar mencerahkan publik,” jawabnya.
Adolf menambahkan, menurutnya tidak ada pelanggaran AD/ART dalam pemilihan Ketua PGRI Kota Pekanbaru. “Tidak ada pelanggaran AD/ART, dan ketua terpilih sah serta legal. Hari ini juga sudah saya kukuhkan. Kalau ada yang merasa dirugikan, silakan saja menggugat. Demonstrasi pun tidak dilarang.”
Terkait aksi ratusan guru yang mengatasnamakan 11 cabang PGRI Pekanbaru, Adolf menyatakan bahwa aksi tersebut tidak menggambarkan keseluruhan aspirasi guru.
“Organisasi tidak bisa memuaskan semua orang. Belasan orang yang demo itu tidak mewakili belasan ribu guru di Pekanbaru. Mereka demo hari Minggu sambil olahraga,” ujarnya.
Saat wartawan kembali menanyakan dasar AD/ART mengenai penonaktifan pengurus aktif dan penunjukan Plt yang diduga tanpa prosedur, DA menjawab singkat: “Itu kan kata Anda dan belasan yang demo itu.”
Ketika wartawan menunjukkan salinan SK pengurus dan SK Plt yang dinilai bermasalah, DA kemudian memberikan selembar dokumen berisi uraian Tahapan Konferensi XXIII PGRI Kota Pekanbaru.
“Sudah jelas semua tertulis di situ,” ujarnya sambil menanyakan kapan berita yang telah ia komentari tersebut akan diterbitkan.
“Agar seimbang, informasinya sudah saya kirim, ” pungkasnya. ***















