Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Indragiri Hilir

Seakan Terbiar, Masyarakat Harapkan Perawatan dan Penerangan Jembatan Sungai Gangsal 

187
×

Seakan Terbiar, Masyarakat Harapkan Perawatan dan Penerangan Jembatan Sungai Gangsal 

Sebarkan artikel ini

Keritang, Inhil – Kondisi Jembatan Sungai Gangsal yang terletak antara Kelurahan Kotabaru Reteh dan Desa Nusantara Jaya Kecamatan Keritang seakan luput dari perawatan rutin, baik dari pengecekan sekrup, baut, plat maupun komponen lainnya. Hal ini diungkapkan oleh berbagai elemen masyarakat saat ditemui TNN.

Padahal jembatan ini merupakan salah satu urat nadi utama penghubung antar desa, kecamatan, bahkan ke propinsi lain sekalipun. Sebelum insfratruktur jalan dan jembatan di Inhil banyak yang rusak, mobil-mobil menuju ke Propinsi Jambi dari Tembilahan juga melewati jembatan ini. Selain itu, beberapa Kecamatan di sekitar Indragiri bagian selatan juga harus melewati jembatan ini menuju ke ibukota Kabupaten Inhil, Tembilahan.

Sejak difungsikan sekitar 12 tahun silam, belum ada terlihat tanda-tanda perawatan rutin oleh instansi terkait. Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi jembatan Sungai Gangsal tersebut.

Apalagi melihat pertumbuhan lalu lintas di daerah ini yang cukup tinggi. Banyak kendaraan berat juga melewati jembatan sungai Gangsal ini yang semestinya harus selalu dilakukan pengecekan dan perawatan rutin.

Selain itu, kondisi jembatan pada malam hari sangat gelap meskipun sudah ada lampu penerangan jalan yang dipasang. Lampu tersebut bahkan mati dan tidak berfungsi. “Hanya hidup yang ujung, yakni di ujung Sungai Gergaji dan diujung dekat Kuala proyek,” ungkap Joni, tokoh pemuda Kotabaru Reteh saat ditemui di atas jembatan.

Selain tidak pernah terdengarnya perawatan rutin, Joni juga mengeluhkan kondisi jembatan di malam hari yang gelap gulita. “Pengecatan jembatan pun hanya pernah terdengar sekali itupun sudah pudar,” katanya.

Ia berharap agar pemerintah memperhatikan hal ini sebelum permasalahan yang lain muncul terkait kondisi jembatan sungai Gangsal ini.

Sementara itu, Asmuri, salah seorang pedagang es tebu yang ada di Jembatan Sungai Gangsal turut menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi jembatan yang minum perawatan dan penerangan. “Apalagi kalau malam hari, tak ada lampu, banyak orang yang lewat membuang sampah di atas jembatan karena gelap. Aku yang selalu membersihkannya,” ungkapnya.

Lurah Kotabaru Reteh, Masyita SE saat ditemui di ruang kerjanya di Kelurahan Kotabaru Reteh menyampaikan hal senada. Menangkap informasi dari masyarakat, pihaknya berharap kepada pemerintah, instansi terkait yang berwenang untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Dalam hal ini, ia akan menyampaikan ke pemerintah yang lebih tinggi karena ia hanya sebagai pimpinan wilayah yang harus selalu menanggapi masukan dan aspirasi dari masyarakat. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *