PEKANBARU, TNN – Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru resmi memperpanjang jam operasional selama masa tanggap darurat bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat.
Eksekutif General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, mengatakan bahwa kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari kantor pusat untuk memastikan seluruh maskapai dapat dilayani tanpa hambatan.
“Sejak bencana terjadi beberapa waktu lalu, pusat meminta kami membuka pelayanan penuh bagi semua airline dan memperpanjang jam operasional. Dari yang sebelumnya pukul 06.00 hingga 21.00, sekarang kami buka sampai tengah malam,” ujar Achmad, Rabu (3/12/2025).
Ia menegaskan bahwa perpanjangan waktu operasional diperlukan untuk mengakomodasi mobilisasi penumpang dan kebutuhan penerbangan tambahan.
Achmad menjelaskan bahwa lonjakan penerbangan cukup signifikan. “Biasanya hanya sekitar 35 penerbangan, kini meningkat menjadi sekitar 80 penerbangan per hari,” jelasnya. Jumlah penumpang juga melonjak tajam menjadi 7.500 hingga 8.000 orang per hari dengan berbagai rute keberangkatan dan kedatangan.
Sejumlah maskapai turut menambah frekuensi penerbangan, terutama untuk rute Pekanbaru–Gunung Sitoli.
“Untuk rute Pekanbaru–Gunung Sitoli, kursinya bahkan sudah penuh sampai 21 Desember mendatang,” tambahnya.
Kondisi ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama masa tanggap darurat dan kebutuhan distribusi bantuan serta pergerakan relawan.
Achmad menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan pelayanan terbaik selama masa peningkatan aktivitas penerbangan ini.
“Kami berkomitmen menjaga kualitas layanan, baik di terminal maupun operasional penerbangan. Semoga cuaca mendukung agar penerbangan tidak terganggu,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh personel bandara disiagakan untuk menjaga kelancaran operasional hingga kondisi kembali normal. (RRI/red)















