Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Warga di Kawasan Pesisir Inhil Diminta Waspada Banjir Rob

75
×

Warga di Kawasan Pesisir Inhil Diminta Waspada Banjir Rob

Sebarkan artikel ini

INHIL, TNN – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meminta masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang masih dapat terjadi, terutama jika disertai curah hujan di wilayah hulu sungai.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil R Arliansyah melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ari Surya mengatakan berdasarkan data pasang surut, ketinggian air laut pada malam hari berada di angka 4,3 meter, pada kondisi normal, ketinggian tersebut jarang menyebabkan genangan di permukiman warga. Namun, hujan yang terjadi di wilayah hulu sungai menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

“Kalau sesuai tabel pasang surut, sore ini diperkirakan tidak terjadi genangan lagi. Tapi itu belum bisa dipastikan karena adanya curah hujan di Hulu Sunga,” ujarnya, Kamis (9/1/2026).

Ari mengungkapkan selama tiga hari terakhir, petugas terus bersiaga dan melakukan penanganan genangan air. Dua malam sebelumnya, petugas hingga dini hari membantu penyedotan air menggunakan mesin di sejumlah fasilitas pemerintah, fasilitas umum, perbankan, rumah sakit, serta rumah warga yang membutuhkan bantuan. Upaya serupa juga dilanjutkan pada pagi harinya di beberapa kantor dan kawasan permukiman.

“Bahkan, pada malam sebelumnya, petugas juga membantu penyedotan air di rumah Wakil Ketua DPRD Indragiri Hilir,” katanya.

Ari menjelaskan, wilayah yang paling terdampak banjir rob umumnya berada di kecamatan pesisir, seperti Guntung, Keritang, Concong, Pulau Burung, Reteh, Tanah Merah, dan Tembilahan. Pada puncak genangan terdalam beberapa hari lalu, ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter dari permukaan jalan, sejumlah fasilitas penting, termasuk rumah sakit dan rumah dinas bupati, turut terdampak genangan.

“Meski demikian, banjir rob ini dinilai bersifat sementara dan belum sampai memutus aktivitas ekonomi maupun distribusi bahan pangan, sehingga belum ditetapkan sebagai bencana dengan dampak besar,” tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi, Ari mengimbau masyarakat untuk aktif memantau informasi pasang surut dan peringatan cuaca ekstrem melalui aplikasi resmi maupun BMKG. Warga juga diminta mengamankan barang-barang berharga dan peralatan elektronik ke tempat yang lebih tinggi.

“Selain itu, orang tua diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain di area genangan air, serta bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan guna meminimalkan risiko banjir,” ucapnya.

Saat ini, pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi sejak Desember hingga akhir Januari mendatang.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *