Jakarta – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian PAN-RB, dan BKN terkait percepatan penataan CPNS dan PPPK untuk formasi 2024.
Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong meminta Kementerian PANRB untuk berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk melarang dan memberikan sanksi kepada kepala daerah yang mengangkat tenaga honorer.
“Komisi II DPR RI meminta Kementerian PANRB berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk melarang dan memberikan sanksi kepada kepala daerah periode 2025-2030 melakukan pengangkatan Tenaga Non ASN atau sebutan lain baik melalui belanja pegawai atau belanja barang dan jasa,” ujar Bahtra dalam Raker Komisi II dengan Kementerian PAN-RB, dan BKN dikutip Kamis (6/3/2025).
Bahtra menjelaskan bahwa masih banyak kepala daerah yang setelah terpilih dalam Pilkada memasukan tim suksesnya untuk dijadikan tenaga honorer.
“Ini penting kita cantumkan karena inilah sumber masalah terbesarnya ada di mereka-mereka ini setelah mereka menang di pilkada mereka banyak memasukkan tim-tim sukses untuk dijadikan tenaga honorer,” ujarnya.
Tak hanya itu, Bahtra juga melarang adanya kamuflase pembayaran tenaga honorer tersebut melalui belanja modal atau belanja barang.
“Akhirnya menjadi masalah. Yang mengaku menjadi tenaga honorer, tapi bayarannya bukan dari pos tenaga honorer,tapi pos belanja barang. Jadi kita sudah sepakat bahwa jangan ada kamuflase,” tutupnya yang dikutip dari cnbc.
Pemko Pekanbaru Masih Mengangkat Honorer
Sementara itu, salah satu dinas di Kota Pekanbaru yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru pada tahun 2025 merekrut puluhan tenaga harian lepas (Honorer). Pengangkatan ini sangat bertentangan dengan peraturan pemerintah pusat.
Penerimaan honorer pada tahun 2025 ini dibenarkan oleh kepala UPT Persampahan DLHK Kota Pekanbaru. Namun, dirinya tidak mengetahui asal usul penerimaan ini. Menurutnya penerimaan ini di dominasi mandor dan 2 orang mekanik.
” Gak bang, Cuma sudah ada yang menghadap ke saya. Cuma 2 mekanik dan banyak di mandor,” tutupnya beberapa waktu lalu. ( tnn )















