PEKANBARU, TNN – Terkait berita yang beredar di media massa tentang informasi terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK, pihak Pemprov Riau menegaskan bahwa Gubernur Riau Abdul Wahid tidak termasuk yang ditangkap tangan.
“Bapak Gubernur hanya diminta keterangan, tidak ada terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT),” ujar Teza Kepala Dinas Komunikasi Informatika Provinsi Riau.
Pemprov Riau menegaskan, siap bekerjasama dengan KPK untuk proses hukum yang sedang berjalan.
“Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen membantu KPK dalam proses hukum terkait beberapa orang penyelenggara negara yang ditangkap tangan siang tadi,” kata Teza.
Sementara itu ulama kondang Riau Ustad Abdul Somad juga mengeluarkan bantahan terkait di OTT nya Gubernur Abdul Wahid.
Dalam sebuah video pernyataan singkat UAS mengatakan bahwa yang benar itu adalah OTT di dinas PUPR dan Gubernur untuk keperluan proses hukum dimintai keterangannya.
“Berita yang betul itu Kadis PUPR dan kepala UPT ott, Gubernur Riau dimintai keterangan, itu yang betul,! tegas UAS.
Secara terpisah, juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam informasi terbarunya menyampaikan pemeriksaan masih dilakukan terhadap 10 orang yang diamankan.
” Besok (diberangkatkan). Masih (malam ini sedang pemeriksaan di Pekanbaru),” terang Budi Prasetyo kepada media, Senin (03/11/24) malam.
Budi Prasetyo juga mengungkap adanya sejumlah uang yang ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut. Namun ia tak menyebut berapa besar uang yang berhasil disita sebagai barang bukti oleh penyidik KPK.
” Ada (uang diamankan sebagai barang bukti),” jelas Budi.***















